Tugas Ekonomi Makro minggu ke 2
Nama : Ilham Z
NPM : 20751015
Mata Kuliah : Ekonomi Makro
PS : Agribisnis 2A
MASALAH UTAMA DALAM PEREKONOMIAN SUATU NEGARA
Masalah ekonomi terjadi karena adanya kesenjangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhannya terbatas.
Masalah Ekonomi.
Masalah ekonomi suatu Negara dapat dikelompokan menjadi dua masalah yaitu: masalah jangka pendek dan masalah jangka panjang.
1. Masalah Ekonomi Jangka Pendek.
Masalah jangka pendek sering juga disebut sebagai masalah stabilisasi. Masalah ini sangat terkait dengan variable atau factor-faktor yang mempengaruhi perekonomian jangka pendek seperti inflasi, pengangguran, dan ketimpangan dalam neraca pembayaran.
Masalah jangka pendek pada dasarnya berkaitan dengan usaha-usaha pemerintah dalam jangka pendek, dari waktu ke waktu dapat terhindar dari masalah tingginya inflasi, timbulnya pengangguran dan menghindari ketidakseimbangan neraca pembayaran.
2. Masalah Ekonomi Jangka Panjang
Masalah jangka panjang merupakan masalah yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Negara. Masalah jangka panjang terkait dengan usaha pemerintah dalam menyelaraskan antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan dapat tersedianya modal untul investasi.
Pada dasarnya masalah perekonomian yang dihadapi oleh suatu negara adalah bagaimana dapat terhindar dari masalah-masalah seperti: lambatnya pertumbuhan ekonomi, ketidakstabilan ekonomi, timbulnya pengangguran, tingginya inflasi, dan adanya ketidakseimbangan neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Adapun permasalahan tersebut dijabarkan sebagai berikut:
a. Masalah pertumbuhan ekonomi
Pertambahan potensi memproduksi kerap kali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian perkembangan ekonomi jadi lebih lambat dari potensinya. Semakin perbedaan pendapatan nasional potensial dengan pendapatan nasional sebenarnya maka semakin besar pula tingkat pengangguran dalam perekonomian.
b. Masalah ketidak stabilan kegiatan ekonomi
Kemunduran kegiatan ekonomi yang serius akan menimbulkan masalah pengangguran, sedangkan perkembangan ekonomi yang terlalu pesat akan menimbulkan kenaikan harga-harga atau inflasi.
c. Masalah pengangguran
Faktor-faktor yang menimbulkan pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agregat, menganggur karena ingin mencari kerja lain yang lebih baik, perusahaan menggunakan peralatan produksi modern yang mengurangi penggunaan tenaga kerja dan ketidaksesuaian di antara ketrampilan pekerja yang sebenarnya dengan ketrampilan yang diperlukan dalam industri-industri.
Akibat buruk pengangguran Menimbulkan efek psikologis yang buruk ke atas diri penganggur dan keluarganya, mengganggu taraf kesehatan, kekacauan politik dan sosial serta berdampak buruk pada pembangunan ekonomi jangka panjang.
d. Masalah inflasi
Faktor-faktor penyebab inflasi Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa, pekerja-pekerja di berbagai kegiatan ekonomi menuntut kenaikan upah.
Akibat buruk inflasi Mengurangi investasi yang produktif, mengurangi ekspor dan menaikan impor. Kecenderungan ini akan menurunkan taraf kemakmuran segolongan besar masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
e. Ketidakseimbangan neraca pembayaran
Ketidak seimbangan di antara ekspor impor dan aliran keluar masuk modal dapat menimbulkan masalah serius terhadap kestabilan sesuatu perekonomian seperti pengangguran, menurunkan nilai mata uang domestik dan masalah kompleks lainya.
Kebaikan dan keburukan perekonomian terbuka dan efek dari defisit dalam neraca pembayaran
Bagi negara yang banyak mengekspor akan memperluas pasar barang buatan dalam negeri dan memungkinkan perusahan-perusahan dalam negeri mengembangkan kegiatannya. Kegiatan impor juga dapat memberi sumbangan kepada pertumbuhan ekonomi. Industri-industri dapat mengimpor mesin-mesin dan bahan mentah yang diperlukannya. Namun impor yang berlebihan dapat mengurangi kegiatan ekonomi di dalam negeri, pengangguran dan menurunkan nilai mata uang domestik.
Faktor-faktor penyebab terjadinya defisit antara lain karena impor melebihi ekspor dan pengaliran modal yang terlalu banyak ke luar negeri. Defisit akibat impor yang berlebih akan mengakibatkan penurunan dalam kegiatan ekonomi dalam negeri karena konsumen menggantikan barang dalam negeri dengan barang impor, harga valuta asing meningkat, harga barang impor semakin mahal, mengurangi kegairahan pengusaha-pengusaha untuk melakukan penanaman modal dan membangun kegiatan usaha yang baru, akibatnya pengangguran dan inflasi.
Comments
Post a Comment